Nasional
Beranda / Nasional / Amien Rais : Mahathir Perlu Dijadikan Kiblat Reformasi

Amien Rais : Mahathir Perlu Dijadikan Kiblat Reformasi

net

Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyarankan masyarakat menjadikan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sebagai kiblat untuk mengganti pemimpin Indonesia.

Menurutnya, Mahathir berhasil mengelola isu saat mencalonkan diri sebagai calon perdana menteri Malaysia.

“Kalau kita mau mengganti sebuah otoritas kekuasaan yang makin tidak friendly kepada bangsa sendiri, malah disoriented, itu cepat-cepat berkiblat ke Mahathir,” ujar Amien, Jakarta, Senin (21/5).

Amien menuturkan ada dua isu krusial yang dipakai Mahathir saat Pemilu Raya Malaysia. Isu itu berhasil menggulingkan kejayaan petahana Najib Razak yang digadang-gadang bakal terpilih kembali.

Isu pertama yang ditawarkan Mahathir, kata Amien, adalah meminta pertanggungjawaban Najib dalam kasus dugaan korupsi dana lembaga investasi 1Malaysia Development Berhard (1MDB) yang diduga melibatkan Najib Razak.

Arif Rahman Raih Penghargaan Legislator Peduli Kesejahteraan Petani dan Nelayan di KWP Award 2026

Isu kedua yang ditawarkan yakni menutup proyek Forest City di Johor Baru. Proyek itu disebut menggunakan anggaran fantastis dan menyita lahan yang sangat luas.

Proyek itu disebut memberi ruang bagi warga negara asing menguasai lahan Malaysia yang luas.

“Bahwa Mahathir yang sudah sepuh itu bisa menyentuh perasaan rakyat Malaysia,” ujarnya.

Amien mengatakan di Indonesia isu proyek properti di Teluk Jakarta sangat krusial. Dampak proyek itu menurutnya sama dengan megaproyek Johor Baru.

“Sekarang ini kalau masih mau menang, cepat banting stir,” ujarnya.

Soroti Tingginya Biaya Masuk PTN, Prof Furtasan Minta Standar Pembiayaan Lebih Terukur

Lebih dari itu, Amien mengajak semua pihak berdoa agar reformasi terjadi di Indonesia. Namun, ia tetap mengingatkan demokrasi sebagai dasar melakukan perubahan. (den)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×