Para siswa SDN Babakan 01, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, kini tak perlu lagi bergantian menggunakan ruang belajar. Pembangunan gedung sekolah membuat seluruh kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan pada pagi hari.
Sebelum dibangun, sekolah tersebut hanya memiliki 12 ruang kelas untuk menampung sekitar 800 siswa. Keterbatasan ruangan membuat sebagian siswa terpaksa masuk siang karena ruang belajar tidak sebanding dengan jumlah rombongan belajar.
Kondisi tersebut bermula setelah dua sekolah yang sebelumnya berada di lokasi itu digabungkan. Jumlah siswa bertambah, sementara kapasitas gedung belum mampu memenuhi kebutuhan pembelajaran.
Guru SDN Babakan 01, Ade, mengatakan keterbatasan ruang kelas saat itu membuat sekolah tidak memiliki pilihan selain menerapkan dua waktu belajar.
“Makanya ada kelas siang. Itu kondisi belum dibangun,” kata Ade, dikutip Jumat (24/07/26).
Keadaan berubah setelah Pemerintah Kota Tangsel melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) membangun kembali gedung SDN Babakan 01.
Jumlah ruang kelas kini bertambah dua kali lipat, dari semula 12 menjadi 24 ruangan. Penambahan tersebut membuat kebutuhan seluruh rombongan belajar dapat dipenuhi tanpa membagi jadwal masuk pagi dan siang.
Berakhirnya kelas siang dinilai memberikan dampak positif bagi para siswa. Anak-anak kini memiliki jadwal belajar yang lebih teratur serta waktu istirahat yang cukup setelah pulang sekolah.
Perubahan tidak hanya terlihat dari penambahan ruang belajar. SDN Babakan 01 juga dilengkapi laboratorium, perpustakaan, ruang guru serta ruang kepala sekolah yang lebih representatif.
Lapangan sekolah yang sebelumnya berukuran kecil dan permukaannya tidak rata turut dibenahi. Area tersebut kini dapat digunakan siswa untuk bermain futsal, bola voli, basket serta berbagai kegiatan sekolah lainnya.
Ade menilai kenyamanan gedung memiliki pengaruh besar terhadap semangat siswa mengikuti pembelajaran. Ruang yang memadai membuat anak-anak lebih nyaman dan senang datang ke sekolah.
Kepala DCKTR Tangsel, Ade Sufrizal, menjelaskan, pembangunan SDN Babakan 01 menunjukkan bahwa pembenahan infrastruktur pendidikan bukan sekadar memperindah bangunan.
“Penambahan ruang kelas juga menyelesaikan persoalan jadwal belajar yang selama ini dirasakan ratusan siswa,” ungkapnya.
Dia berharap dengan pembangunan ini, sarana dan fasilitas pendidikan kian merata
“Kami ingin agar fasilitas pendidikan ini bisa membantu dunia pendidikan di Tangsel. Tidak ada lagi siswa yang harus mengorbankan waktu istirahat karena terpaksa belajar hingga sore hari,” pungkasnya. (adv)



