Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat komitmennya dalam pemerataan akses pendidikan dengan menambah fasilitas sekolah negeri. Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bangku SMP negeri yang belum sepenuhnya terpenuhi, Jumat (10/4/2026).
Melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), pemkot mulai menyiapkan pembangunan dua SMP negeri baru yang direncanakan mulai berjalan pada 2026. Kebijakan ini bukan sekadar penambahan infrastruktur, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengatasi ketimpangan daya tampung yang selama ini terjadi.
Kepala DCKTR Tangsel, Ade Suprizal, menjelaskan bahwa kebutuhan sekolah baru semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah lulusan SD setiap tahun. Kondisi ini kerap memicu persaingan ketat saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), bahkan menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua.
Dua sekolah yang akan dibangun yakni SMP Negeri 27 di kawasan Pondok Pucung dan SMP Negeri 28 di wilayah Jombang. Penentuan lokasi tersebut didasarkan pada analisis kebutuhan wilayah dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi.
“Pembangunan ini tidak hanya untuk menambah kapasitas, tetapi juga agar akses pendidikan lebih merata dan jarak tempuh siswa ke sekolah bisa lebih dekat,” ujar Ade.
Selain mengurangi kepadatan di sekolah-sekolah yang sudah ada, kehadiran dua SMP baru ini diharapkan mampu menciptakan distribusi siswa yang lebih seimbang di berbagai wilayah.
Pemkot Tangsel pun menargetkan jumlah SMP negeri mencapai 28 unit pada tahun 2027. Target tersebut menjadi bagian dari roadmap pembangunan pendidikan yang berkelanjutan di kota dengan pertumbuhan penduduk yang pesat ini.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap persoalan klasik kekurangan kursi saat PPDB dapat ditekan secara signifikan, sekaligus memberikan kepastian akses pendidikan yang lebih adil bagi seluruh masyarakat. (Adv)







