RESPUBLIKA.ID – Para santri tingkat SMP di Pondok Pesantren Al Kaffah mendapatkan edukasi soal jejak digital melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar Dosen dan Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan (S2) Universitas Pamulang (Unpam), Kamis (16/4/2026).
Kegiatan bertema “Digital Footprint: Edukasi Komunikasi untuk Generasi Melek Teknologi” ini disambut antusias para santri dan civitas pesantren. Acara itu juga dibuka dengan penampilan hadroh yang makin menyemarakan kegiatan.
PKM tersebut dikoordinatori oleh Dr. Sri Utaminingsih, S.Pd., S.H., M.M.Pd., M.H.bersama tim dosen lintas bidang, yakni Dr. Yulia Pujilestari, S.H., M.H.; Dr. Siti Zubaidah, S.Pd., M.H.; Dr. Imas Masriah, S.Pd., M.Pd.; Dr. Nuryati Djihadah, M.A., M.Pd.; Dr. Lili Nurlaila, M.Ed.; Dr. Ruknan, S.Sos., M.M., M.Pd.; serta Dr. Estiningsih Trihandayani, S.T., M.T.
Materi disampaikan oleh Meilani Sari, mahasiswa S2 Pascasarjana dari Kelompok 2, bersama mahasiswa lainnya yang hadir dengan semangat berbagi ilmu dan pengalaman.
Kehadiran mereka disambut hangat oleh seluruh civitas pesantren, termasuk para santri yang antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Kemudian, kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi Pascasarjana Manajemen Pendidikan, Dr. Yulia Pujilestari, S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Dr. Yulia Pujilestari menekankan pentingnya kesiapan generasi muda di era digital.
“Generasi muda tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki etika dalam bermedia digital serta mampu bersaing secara global,” ungkapnya.
Di lokasi yang sama, Dr. Sri Utaminingsih menuturkan bahwa setiap aktivitas di internet, seperti unggahan dan komentar, akan meninggalkan jejak yang berdampak di masa depan.
Selain itu, para santri juga dibekali pemahaman tentang etika bermedia sosial serta cara membangun citra diri yang positif.
Dia berharap, materi yang disampaikan mampu membentuk generasi santri yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga bijak dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi di ruang digital.
“Kami berharap apa yang kami sampaikan dapat membentuk santri yang melek teknologi dan juga bijak menggunakan media sosial,” tuturnya.
Sementara, Ketua Pondok Pesantren Al Kaffah, Al Ustadz Hibar Muhammad Sholeh, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya literasi digital bagi santri di tengah perkembangan teknologi.
“Santri harus cerdas menggunakan teknologi dan menjaga jejak digital sebagai cerminan diri di dunia maya,” ucapny








Komentar