Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mendorong peningkatan kualitas lingkungan melalui program sanitasi berbasis teknologi.
Salah satu inovasi terbaru adalah penggunaan septic tank berbahan fiber yang dinilai lebih awet dan efisien dibandingkan sistem konvensional.
Melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), DCKTR mulai memasang septic tank modern di rumah warga dan fasilitas umum, kemarin.
Kepala Bidang Air Minum dan Air Limbah, Budi Rachmat, menyebut teknologi biofil ini memiliki keunggulan utama pada daya tahan dan minimnya kebutuhan perawatan.
Jika septic tank biasa harus disedot setiap tahun, sistem ini bisa bertahan hingga lima tahun bahkan lebih sebelum perawatan diperlukan.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menilai program ini sebagai langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan layak huni.
Selain meningkatkan sanitasi, program ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko pencemaran lingkungan akibat limbah domestik.
“Ini bagian dari komitmen kami membangun kualitas hidup masyarakat,” ujar Benyamin Davnie.
Dengan pendekatan teknologi dan partisipasi masyarakat, Tangsel menargetkan peningkatan standar sanitasi secara merata di seluruh wilayah. (Adv).







